Sabtu, 14 Juli 2012
Asma Mengharapkan Surga
Kaum Anshar itu sebutan untuk orang-orang yang membela Allah dan Rasul-Nya. Mereka adalah penduduk asli kota Madinah. Mereka dengan ikhlas menerima kaum Muslimin yang hijrah dari Mekah.
Ada seorang perempuan dari Kaum Anshar bernama Asma binti Yazid. Ia memahami agama Islam dengan baik. Menjalankan agama Islam dengan baik pula. Namun, sudah lama ia bertanya-tanya dalam hati mengenai kaumnya, kaum wanita. Ia merasa kaum wanita sangat dibedakan dengan kaum laki-laki. Ia menganggap kaum laki-laki lebih punya peluang masuk surga daripada kaum wanita sebab laki-laki mempunyai kesempatan mendapatkan pahala.
Asma pergi menjumpai Rasulullah untuk menanyakan hal itu. Kebetulan Rasulullah sedang bersama para sahabat yang terdiri dari Kaum Anshar dan Kaum Muhajirin. Kaum Muhajirin adalah kaum Muslimin yang berhijrah dari Mekah ke Madinah.
"Ya, Rasulullah. Bukankah Anda diutus Allah untuk kaum laki-laki dan kaum wanita?" tanya Asma binti Yazid.
"Benar begitu," jawab Rasulullah.
"Kami sudah mengikuti ajaran dan jejak Anda dengan baik. Namun, kami merasa dibedakan dengan kaum lelaki. Kami, kaum wanita, juga mengharapkan pahala surga sebagaimana laki-laki. Tetapi kami tidak bebas sepeerti kaum laki-laki untuk mendapatkan pahala.
"Contohnya apa?"
"Kaum lelaki memperoleh keutamaan untuk melakukan shalat Jumat, sedangkan kami tidak. Kaum lelaki bisa berjihad di medan perang, kami pun tidak. Ketika kaum laki-laki berjihad, kami hanya di rumah mengurus anak-anak dan menjaga rumah. Ya, Rasulullah bagaimana kami tidak merasa dibedakan?"
Rasulullah tersenyum mendapat pertanyaan Asma. Beliau menoleh ke arah para sahabat.
"Pernahkah kalian mendapat pertanyaan sebagus pertanyaan perempuan ini?" tanya Rasulullah.
"Tidak, ya Rasulullah," jawab para sahabat.
"Pulanglah kau, Asma," kata Rasulullah. "Sampaikan kepada kaum wanita lainnya bahwa yang terbaik di antara kalian adalah PATUH dan SETIA kepada suami. Dengan itu mereka memperoleh pahala yang sama dengan pahala yang diperoleh suaminya."
Legalah hati Asma binti Yazid. Ternyata kaum wanita juga memperoleh pahala yang sama dengan kaum lelaki, jika mereka setia dan patuh kepada suaminya. Asma tidak perlu berkecil hati, juga kaum wanita lainnya. Allah tidak membeda-bedakan mereka. Yang berbeda adalah TUGAS dan KEWAJIBAN mereka.
Dikutip dari:
31 Cerita Bada Isya
Sofiah Mashuri
PT. Remaja Rosdakarya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar